1. Profil Perusahaan
HONDA138 : PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NIKL), yang dikenal juga dengan nama Harita Nickel, merupakan salah satu perusahaan tambang nikel terintegrasi di Indonesia. Perusahaan ini bergerak dalam kegiatan eksplorasi, pertambangan, pemrosesan, dan penjualan produk nikel, baik dalam bentuk bijih (nickel ore) maupun produk olahan seperti ferronickel dan mixed hydroxide precipitate (MHP).

NIKL merupakan bagian dari Harita Group, sebuah konglomerasi besar asal Indonesia yang beroperasi di berbagai sektor, termasuk perkebunan kelapa sawit, pertambangan bauksit, dan nikel. Perusahaan ini memiliki wilayah operasi utama di Pulau Obi, Maluku Utara, yang menjadi salah satu kawasan industri nikel terpenting di Indonesia.
NIKL resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 April 2023 dengan kode saham NIKL. IPO-nya menjadi salah satu yang paling dinantikan pada tahun itu, karena dilakukan di tengah booming industri nikel nasional yang didorong oleh kebijakan hilirisasi mineral pemerintah.
2. Kegiatan Usaha dan Hilirisasi Nikel
Harita Nickel melalui anak usahanya menjalankan dua jenis kegiatan utama:
- Pertambangan Nikel Laterit,
di mana bijih nikel diekstraksi dari tambang terbuka. - Pemurnian dan Pengolahan Nikel,
menggunakan dua teknologi utama:- RKEF (Rotary Kiln Electric Furnace), menghasilkan ferronickel, bahan baku stainless steel.
- HPAL (High Pressure Acid Leach), menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP), bahan antara untuk produksi nikel sulfat — komponen penting dalam baterai kendaraan listrik (EV battery).
Proyek HPAL yang dijalankan oleh NIKL adalah salah satu pionir di Indonesia dan di dunia. Fasilitas HPAL mereka beroperasi di bawah entitas PT Halmahera Persada Lygend (HPL), sebuah perusahaan patungan antara Harita Group dan Lygend Resources & Technology Co. Ltd dari Tiongkok.
HPL adalah pabrik HPAL pertama di Indonesia yang berhasil beroperasi secara komersial, menjadikannya tonggak penting dalam transformasi industri nikel Indonesia menuju hilirisasi dan energi hijau.
3. Kinerja Keuangan
Sejak IPO, kinerja keuangan NIKL menunjukkan fluktuasi yang mencerminkan dinamika harga nikel global dan fase ekspansi besar-besaran yang dijalankan perusahaan.
Pendapatan dan Laba
- Tahun 2023, pendapatan NIKL mencapai lebih dari Rp 12 triliun, naik signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
- Namun, laba bersih sempat tertekan akibat penurunan harga nikel global dan peningkatan biaya operasional pabrik HPAL baru.
- Meski demikian, margin laba bersih tetap terjaga di kisaran 10–15%, yang menunjukkan efisiensi operasi yang cukup baik untuk industri tambang.
Aset dan Ekspansi
- Total aset perusahaan mencapai lebih dari Rp 30 triliun, dengan proporsi besar berupa investasi pada proyek hilirisasi.
- NIKL terus meningkatkan kapasitas produksi HPAL dan RKEF untuk menanggapi permintaan nikel dari industri baterai listrik global.
Utang dan Struktur Modal
- Struktur modal perusahaan relatif sehat, dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) masih dalam batas wajar.
- Sebagian besar pendanaan proyek HPAL berasal dari kombinasi modal sendiri dan pinjaman jangka panjang dari mitra strategis.
4. Prospek Industri Nikel
Industri nikel saat ini berada dalam fase pertumbuhan yang sangat menarik, terutama karena:
- Permintaan global untuk baterai kendaraan listrik (EV) meningkat pesat.
- Kebijakan hilirisasi pemerintah Indonesia yang melarang ekspor bijih nikel mentah dan mendorong pembangunan smelter di dalam negeri.
Sebagai bahan penting untuk baterai lithium-nickel-manganese-cobalt (NMC), nikel memiliki peran vital dalam peralihan menuju energi bersih dan elektrifikasi transportasi global.
NIKL, dengan posisi strategis sebagai produsen MHP, menjadi salah satu perusahaan Indonesia yang paling siap memanfaatkan gelombang permintaan ini. Pemerintah juga terus mendukung sektor ini dengan berbagai insentif fiskal dan infrastruktur, seperti kawasan industri nikel di Maluku dan Sulawesi.
5. Katalis Positif Saham NIKL
Beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong harga saham NIKL ke depan meliputi:
- Kapasitas Produksi HPAL yang Terus Bertambah
Penambahan lini produksi baru akan meningkatkan output MHP secara signifikan dan memperkuat posisi NIKL sebagai pemasok utama bahan baku baterai global. - Harga Nikel Global yang Stabil atau Naik
Jika harga nikel dunia kembali menguat akibat peningkatan permintaan kendaraan listrik, hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan NIKL. - Dukungan Pemerintah terhadap Hilirisasi
Pemerintah Indonesia terus memberikan dukungan kebijakan bagi industri pengolahan mineral, termasuk insentif pajak dan kemudahan investasi. - Kerja Sama Strategis dengan Investor Global
Potensi kerja sama lebih lanjut dengan perusahaan besar Tiongkok atau produsen EV dunia (seperti Tesla, CATL, dan LG Energy Solution) dapat membuka peluang pasar baru bagi NIKL.
6. Risiko dan Tantangan
Meski prospeknya cerah, investasi di saham NIKL tidak lepas dari sejumlah risiko yang perlu diwaspadai investor:
- Fluktuasi Harga Nikel Dunia
Harga nikel di pasar internasional sangat volatil. Penurunan harga dapat menekan margin keuntungan perusahaan. - Tantangan Teknis HPAL
Teknologi HPAL tergolong kompleks dan mahal. Efisiensi operasional harus dijaga agar tidak terjadi pembengkakan biaya produksi. - Ketergantungan pada Pasar Tiongkok
Sebagian besar produk olahan nikel Indonesia masih diekspor ke Tiongkok. Perlambatan ekonomi Tiongkok bisa memengaruhi permintaan. - Isu Lingkungan dan ESG (Environmental, Social, Governance)
Industri tambang kerap menghadapi sorotan terkait dampak lingkungan. NIKL harus memastikan operasinya mematuhi standar keberlanjutan internasional.
7. Analisis Teknis Saham NIKL (per Oktober 2025)
Harga saham NIKL di BEI selama tahun 2025 bergerak dalam tren fluktuatif dengan kecenderungan stabil di kisaran Rp 1.000 – 1.300 per lembar. Setelah sempat menguat pasca-IPO, saham ini mengalami koreksi akibat pelemahan harga nikel global pada 2024.
Namun, dari sudut pandang teknikal:
- Support kuat berada di level Rp 1.000,
- Resistance utama di sekitar Rp 1.400,
- Volume perdagangan cenderung meningkat, menandakan minat investor jangka panjang mulai pulih.
Jika harga berhasil menembus resistance dan didukung kenaikan harga nikel global, potensi penguatan kembali ke level Rp 1.500–1.600 cukup terbuka.
8. Valuasi dan Pandangan Investor
Dengan rasio PER (Price to Earnings Ratio) di kisaran 10–12 kali, valuasi NIKL tergolong wajar dibandingkan dengan emiten tambang nikel lain seperti ANTM, INCO, atau NICL.
Investor institusional melihat NIKL sebagai saham dengan prospek jangka panjang berkat posisinya dalam rantai pasok baterai listrik. Sementara itu, investor ritel sering menjadikan saham ini pilihan diversifikasi karena fundamentalnya kuat dan sentimen industrinya positif.
9. Strategi Investasi
Bagi investor jangka panjang, saham NIKL menarik karena:
- Fokus pada hilirisasi (dari tambang ke bahan baterai),
- Pionir dalam teknologi HPAL di Indonesia,
- Didukung oleh tren global menuju elektrifikasi.
Namun, bagi investor jangka pendek atau trader, volatilitas harga nikel dunia dapat menciptakan peluang swing trading di kisaran harga Rp 1.000 – Rp 1.400.