HONDA138 : Profil Perusahaan & Latar Belakang
- PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (sering disingkat HMSP) adalah perusahaan rokok besar di Indonesia yang terutama memproduksi rokok kretek serta rokok filter (white-cigarette).

- Perusahaan ini beroperasi mulai awal abad ke-20 dan telah menjadi salah satu pemain dominan industri rokok di Indonesia.
- HMSP tergabung dalam kelompok Philip Morris (melalui Philip Morris Indonesia) sebagai entitas anak dalam grup multinational rokok.
- Kapasitas produksi tersebar di beberapa pabrik: misalnya pabrik kretek tangan (SKT) di Surabaya, Malang, Probolinggo, serta pabrik sigaret kretek mesin di Pasuruan dan Karawang.
- Merek-merek yang dikelola HMSP antara lain A Mild, Dji Sam Soe, Sampoerna Kretek, U Mild, serta ada kerjasama distribusi produk filter seperti Marlboro dalam lingkup Philip Morris.
Dari sisi bisnis, HMSP berada di industri yang sangat diatur (regulasi cukai, kebijakan pemerintah terhadap rokok, upaya pengendalian konsumsi tembakau), sehingga faktor eksternal bisa sangat mempengaruhi kinerja perusahaan.
Kinerja Keuangan & Rasio Utama
Untuk menilai apakah saham HMSP menarik, penting melihat kinerja historis dan indikator keuangan terkini.
Pendapatan & Laba
- Pada 2024, HMSP melaporkan pendapatan bersih sekitar Rp 53,60 triliun, naik tipis sekitar 0,94% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Namun, laba bersih di 2024 justru turun signifikan — dilaporkan mencapai Rp 6,65 triliun, turun sekitar 17,92% dari tahun 2023.
- Di semester I 2025, HMSP mencatat penurunan: pendapatan bersih Rp 55,17 triliun (turun 4,56 % YoY) dan laba bersih hanya Rp 2,12 triliun, turun ~35,82 % dibanding periode sama tahun sebelumnya.
- Penurunan laba ini sebagian disebabkan oleh beban pajak “sekali” yang diakui di kuartal II 2025 sesuai ketentuan PSAK, menurut manajemen.
Struktur Pembiayaan & Neraca
- Liabilitas HMSP pada semester I 2025 tercatat Rp 20,81 triliun, turun sekitar 19,76 % dari posisi akhir tahun sebelumnya.
- Liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sekitar 23,24 %, sedangkan liabilitas jangka panjang justru naik ~16,62 %.
- Ekuitas perusahaan pada periode tersebut mencapai Rp 23,98 triliun, namun mengalami penurunan ~15,42 % dibanding akhir 2024.
- Secara historis, HMSP menunjukkan pembelian dan pengelolaan utang yang relatif terkendali dibanding asetnya.
Rasio Keuangan & Profitabilitas
Berdasarkan laporan dan analisa sumber:
- Gross profit margin (GPM) di 2023 sekitar 16,54 %.
- Rasio pembayaran dividen sangat tinggi: HMSP dikenal membagikan hampir seluruh laba sebagai dividen — sehingga rasio pembayaran (payout ratio) sering mendekati 90–100 %.
- Dalam periode 2024, total dividen tunai yang dibagikan oleh HMSP mendekati 100 % dari laba bersih, yang menimbulkan catatan bahwa kapasitas internal reinvestasi bisa terbatas.
- EPS (earnings per share) HMSP menurut catatan terakhir sekitar Rp 46,92.
- Imbal hasil dividen (dividend yield) dianggap tinggi dibanding banyak emiten lain. Di laporan terkini disebut sekitar 7–8 %.
Secara umum, meskipun ada tekanan di laba, HMSP masih mencerminkan karakteristik “saham dividen tinggi” yang menarik bagi investor yang mencari pendapatan reguler dari dividen.
Analisis Teknikal & Tren Harga
Untuk melengkapi analisis, mari kita lihat sisi teknikal dan pergerakan harga saham HMSP.
- Berdasarkan data di TradingView, harga HMSP saat ini berada di kisaran Rp 615 per saham (per data tertentu), meskipun angka ini bisa berfluktuasi tergantung waktu pengambilan data.
- Saham ini memiliki volatilitas yang moderat, dengan koefisien beta sekitar 0,60 (artinya pergerakan saham ini relatif kurang tajam dibanding pasar umum).
- Indikator teknikal seperti RSI (14-hari) dilaporkan berada pada sekitar 43,274, mengindikasikan kondisi netral hingga agak “jenuh jual” tergantung parameter.
- MACD juga dilaporkan menunjuk sinyal jual.
- Dalam pergerakan jangka menengah, ada momentum kenaikan: misalnya sejak awal April 2025, HMSP naik ~31 % dari titik terendah YTD di ~Rp 496 hingga ~Rp 650 pada Juni 2025.
- Namun, pergerakan ini harus dilihat bersama dengan “resistensi” historis dan faktor penentu regulasi/eksternal.
Sehingga dari sisi teknikal, saham ini menunjukkan potensi rebound setelah penurunan, namun tidak bebas dari risiko koreksi atau sideway jika sentimen negatif muncul.
Prospek & Risiko ke Depan
Faktor Pendukung / Peluang
- Potensi re-rating sektor rokok
Ada pandangan dari analis bahwa sektor rokok bisa mengalami re-rating apabila kebijakan cukai menjadi lebih longgar atau ada kepastian regulasi yang lebih mendukung. Misalnya, analis CGS dalam riset menyebut bahwa sektor seperti HMSP diperdagangkan pada P/E ~9× (FY26F), mendekati batas bawah rata-rata lima tahun. - Konsistensi dividen
Bagi investor yang mencari pendapatan pasif, konsistensi HMSP dalam membagikan dividen besar bisa menjadi daya tarik utama (meskipun hal ini juga membawa konsekuensi kurangnya dana internal untuk reinvestasi). - Upaya diversifikasi produk
Untuk menghadapi regulasi rokok yang semakin ketat, HMSP disebut berupaya diversifikasi, misalnya ke produk alternatif seperti IQOS (produk tembakau listrik). - Penurunan beban utang & struktur neraca lebih sehat
Penurunan liabilitas di semester I 2025 menunjukkan bahwa perusahaan melakukan konsolidasi keuangan yang bisa menguatkan pondasi untuk bertahan dalam situasi sulit. - Momentum rebound harga
Lonjakan ~31 % dari titik bottom di 2025 menunjukkan bahwa saham ini memiliki ruang pemulihan ketika dukungan sentimen muncul.
Risiko & Tantangan
- Regulasi dan cukai rokok
Risiko regulasi adalah risiko terbesar. Jika pemerintah menaikkan tarif cukai rokok secara agresif, atau menerapkan kebijakan pembatasan konsumsi tembakau yang lebih ketat, maka margin keuntungan dan volume penjualan akan tertekan. - Penurunan laba & kinerja operasional
Hasil semester I 2025 menunjukkan penurunan laba yang signifikan — faktor ini menjadi alarm bahwa perusahaan tidak kebal terhadap tekanan di industri. - Rasio pembayaran dividen yang tinggi
Memberikan hampir seluruh laba sebagai dividen menyisakan sedikit ruang bagi retensi laba untuk ekspansi atau investasi baru, yang dapat membatasi kemampuan pertumbuhan jangka panjang. - Persaingan & rokok ilegal
Persaingan antar produsen rokok, serta penetrasi rokok ilegal, menjadi ancaman nyata terhadap pangsa pasar dan margin. - Volatilitas pasar & sentimen negatif
Industri rokok sering terkena dampak dari faktor eksternal — tekanan sosial, kampanye kesehatan masyarakat, kampanye anti-rokok, serta persepsi investor terhadap emiten rokok. - Ketidakpastian ekonomi makro dan inflasi
Kenaikan biaya bahan baku, kenaikan upah, fluktuasi nilai tukar, serta inflasi bisa memukul margin operasional.
Penilaian & Valuasi
Beberapa penelitian dan analisis menyatakan bahwa saham HMSP mungkin undervalued dibanding nilai intrinsiknya:
- Dalam skripsi “Penilaian harga saham PT. HMSP” dari Universitas Indonesia, penulis menggunakan metode Free Cash Flow to Equity (FCFE) dan Abnormal Earnings untuk menyimpulkan bahwa saham HMSP berada di bawah nilai intrinsik dibanding harga pasar saat itu.
- Data historis dan rasio keuangan menunjukkan bahwa meskipun laba turun, HMSP masih memegang aset, likuiditas, dan model bisnis yang secara historis kuat dalam industri rokok.
Target harga para analis juga menunjukkan optimism moderat:
- Menurut platform Investing.com, rata-rata target harga 12 bulan untuk HMSP berada di sekitar IDR 890, yang memberi prospek upside ~26 %.
- Namun, target tersebut tentu bergantung pada asumsi bahwa kondisi industri dan regulasi akan relatif stabil atau membaik.