Saham Axiata Group Berhad: Raksasa Telekomunikasi Asia dengan Visi Digital Masa Depan

HONDA138 Axiata Group Berhad merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Asia yang berbasis di Malaysia. Sebagai induk dari berbagai operator seluler di Asia Selatan dan Asia Tenggara, Axiata memainkan peranan penting dalam menghubungkan masyarakat di berbagai negara melalui jaringan komunikasi modern. Saham Axiata Group Berhad menjadi salah satu saham unggulan di Bursa Malaysia, menarik perhatian banyak investor karena prospeknya di sektor digital dan teknologi komunikasi yang terus berkembang.


Sejarah dan Perjalanan Perusahaan

Axiata Group Berhad memiliki sejarah panjang yang berakar dari evolusi Telekom Malaysia Berhad (TM). Pada awalnya, unit bisnis seluler TM dikenal dengan nama TM International Berhad. Namun, pada tahun 2009, unit ini dipisahkan dan berganti nama menjadi Axiata Group Berhad dengan tujuan memperluas operasi ke luar Malaysia.

Sejak saat itu, Axiata tumbuh menjadi perusahaan telekomunikasi multinasional dengan kehadiran di lebih dari 10 negara. Axiata memiliki berbagai anak perusahaan yang beroperasi di bidang jaringan seluler, infrastruktur telekomunikasi, keuangan digital, serta layanan teknologi informasi dan komunikasi (ICT).

Beberapa merek terkenal di bawah payung Axiata antara lain:

  • CelcomDigi (Malaysia) – hasil penggabungan antara Celcom dan Digi, dua operator besar di Malaysia.
  • XL Axiata (Indonesia) – salah satu operator seluler terbesar di Indonesia.
  • Dialog Axiata (Sri Lanka)
  • Robi Axiata (Bangladesh)
  • Smart Axiata (Kamboja)
  • Ncell (Nepal)

Selain itu, Axiata juga memiliki bisnis infrastruktur telekomunikasi melalui edotco Group, yang mengelola ribuan menara komunikasi di berbagai negara Asia.


Posisi Axiata di Bursa Malaysia

Saham Axiata Group Berhad terdaftar di Bursa Malaysia (MYX: 6888) dan merupakan salah satu saham anggota FTSE Bursa Malaysia KLCI Index, yakni indeks yang berisi 30 saham unggulan di Malaysia.

Dengan kapitalisasi pasar yang besar, Axiata menjadi salah satu perusahaan publik terpenting dalam sektor telekomunikasi dan digital. Saham ini dikenal memiliki tingkat likuiditas tinggi, karena diperdagangkan secara aktif oleh investor lokal maupun internasional.

Harga saham Axiata biasanya mencerminkan dinamika industri telekomunikasi regional, terutama karena pendapatan perusahaan berasal dari berbagai negara berkembang yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.


Model Bisnis dan Sumber Pendapatan

Axiata Group memiliki model bisnis yang beragam, mencakup empat segmen utama yang saling terintegrasi:

1. Mobile Network Operations (Layanan Telekomunikasi Seluler)

Inilah inti bisnis Axiata. Melalui anak-anak perusahaannya, Axiata menyediakan layanan komunikasi seluler seperti suara, SMS, data, dan konektivitas internet. Pertumbuhan pengguna internet dan smartphone menjadi pendorong utama peningkatan pendapatan.

2. Infrastruktur Telekomunikasi (edotco Group)

Anak usaha edotco Group Sdn. Bhd. berfokus pada pembangunan dan pengelolaan menara telekomunikasi. Perusahaan ini memiliki lebih dari 50.000 menara di berbagai negara Asia, menjadikannya salah satu penyedia infrastruktur terbesar di kawasan ini.

3. Layanan Digital dan Keuangan

Melalui entitas seperti Boost dan Axiata Digital Services, Axiata merambah ke sektor keuangan digital. Boost menawarkan layanan dompet elektronik (e-wallet) dan pembayaran digital, yang kini berkembang pesat di Asia Tenggara.

4. Enterprise dan Solusi Teknologi

Axiata juga menyediakan solusi ICT dan digital untuk bisnis, seperti cloud computing, data analytics, dan Internet of Things (IoT). Unit ini menargetkan segmen korporasi dan pemerintahan yang membutuhkan layanan digital canggih.


Kinerja Keuangan dan Fundamental Saham

Dari sisi keuangan, Axiata Group menunjukkan performa yang stabil dengan pendapatan tahunan yang mencapai miliaran ringgit Malaysia. Meskipun industri telekomunikasi menghadapi tekanan dari kompetisi dan regulasi, Axiata berhasil mempertahankan margin keuntungan yang sehat berkat diversifikasi geografisnya.

Beberapa indikator fundamental saham Axiata yang sering diperhatikan investor antara lain:

  • Pendapatan Tahunan: Konsisten di atas RM20 miliar per tahun.
  • EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization): Stabil dengan kontribusi besar dari anak usaha di Indonesia dan Malaysia.
  • Rasio Utang: Axiata memiliki tingkat utang yang terkelola dengan baik, meski ekspansi infrastruktur memerlukan investasi besar.
  • Dividen: Axiata secara rutin membagikan dividen kepada pemegang saham, meskipun nilainya fluktuatif tergantung kondisi pasar.

Pada beberapa tahun terakhir, Axiata mencatatkan kinerja yang membaik setelah melakukan merger Celcom dan Digi, yang menciptakan entitas operator seluler terbesar di Malaysia. Merger ini memperkuat posisi Axiata dalam persaingan domestik dan meningkatkan efisiensi operasional.


Strategi Pertumbuhan dan Transformasi Digital

Axiata Group memiliki visi menjadi “The Next Generation Digital Champion”, yaitu perusahaan yang tidak hanya berfokus pada telekomunikasi tradisional, tetapi juga pada transformasi digital dan solusi teknologi masa depan. Strategi pertumbuhan Axiata dapat dilihat dari beberapa inisiatif penting:

1. Konsolidasi dan Efisiensi

Penggabungan Celcom dan Digi menjadi CelcomDigi Berhad merupakan langkah strategis yang bertujuan mengurangi biaya, memperluas jangkauan, dan meningkatkan kapasitas jaringan. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah besar bagi pemegang saham.

2. Ekspansi ke Pasar Berkembang

Negara-negara seperti Bangladesh, Kamboja, dan Nepal masih memiliki tingkat penetrasi internet yang rendah. Axiata melihat ini sebagai peluang besar untuk meningkatkan jumlah pelanggan serta pendapatan jangka panjang.

3. Investasi pada Teknologi 5G

Sebagai bagian dari visi digitalnya, Axiata aktif berinvestasi dalam pengembangan jaringan 5G di Malaysia dan beberapa negara lainnya. Implementasi teknologi ini akan membuka peluang baru di bidang Internet of Things, kendaraan otonom, serta industri digital.

4. Penguatan Ekosistem Keuangan Digital

Melalui Boost, Axiata terus memperluas layanan fintech, termasuk kredit mikro, pembayaran digital, dan layanan pinjaman online. Keuangan digital dianggap sebagai pilar masa depan yang akan memperkuat pertumbuhan perusahaan di luar bisnis seluler tradisional.


Analisis Saham dan Prospek Investasi

Saham Axiata Group Berhad (6888) dinilai menarik bagi investor yang mencari eksposur pada sektor telekomunikasi dan digital di Asia. Ada beberapa alasan mengapa saham ini layak dipertimbangkan:

  1. Diversifikasi Regional: Axiata beroperasi di berbagai negara Asia, sehingga risikonya tersebar dan tidak bergantung pada satu pasar.
  2. Pertumbuhan Digital: Layanan fintech dan data berpotensi menjadi sumber pendapatan baru yang lebih menguntungkan.
  3. Sinergi CelcomDigi: Merger dua operator besar menciptakan kekuatan pasar yang dominan di Malaysia.
  4. Dividen yang Konsisten: Meski tidak selalu tinggi, Axiata tetap menjaga komitmen membagikan dividen reguler kepada pemegang saham.
  5. Kesiapan Teknologi 5G: Implementasi 5G akan menjadi katalis pertumbuhan baru untuk perusahaan di masa mendatang.

Namun demikian, investor juga perlu mempertimbangkan beberapa risiko:

  • Fluktuasi nilai tukar karena pendapatan dalam berbagai mata uang.
  • Ketatnya persaingan di pasar telekomunikasi Asia.
  • Kebutuhan modal besar untuk ekspansi infrastruktur dan jaringan 5G.

Meskipun begitu, arah transformasi digital Axiata menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat, sejalan dengan tren global menuju konektivitas dan digitalisasi ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *