SAHAM HRUM

Profil Perusahaan

HONDA138 : PT Harum Energy Tbk (HRUM) adalah perusahaan energi Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Awalnya berfokus pada sektor batubara, namun kini sedang melakukan diversifikasi signifikan ke sektor nikel dan energi terbarukan. Perusahaan ini memiliki lebih dari 3.900 karyawan dan beroperasi di berbagai lokasi tambang di Indonesia.

Kinerja Keuangan Kuartal I dan II 2025

Pada kuartal pertama 2025, HRUM mencatatkan laba bersih sebesar USD 5,6 juta, meningkat 464,12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan juga mengalami kenaikan sebesar 12,39% menjadi USD 298,9 juta.

Namun, pada kuartal kedua 2025, laba bersih turun menjadi Rp 483,1 miliar, berkurang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 613,6 miliar. Pendapatan tercatat sebesar Rp 10,5 triliun, dengan laba bruto Rp 1,9 triliun dan EBITDA Rp 1,2 triliun. Rasio Price-to-Earnings (PER) sebesar 22,49x dan Price-to-Book Value (PBV) 0,37x menunjukkan valuasi yang relatif wajar dibandingkan dengan industri sejenis.


Strategi Bisnis dan Ekspansi

HRUM telah mengalokasikan sekitar USD 400 juta untuk belanja modal pada tahun 2025, dengan sebagian besar dana tersebut digunakan untuk ekspansi bisnis nikel dan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL). Perusahaan menargetkan produksi nikel hingga 2,5 juta wet metric ton pada tahun 2025.

Selain itu, HRUM juga merencanakan buyback saham hingga Rp 1 triliun sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Namun, pengumuman rencana buyback pada Oktober 2025 menyebabkan harga saham HRUM turun 4,03% ke level Rp 1.190.


Prospek dan Tantangan

Meskipun ekspansi ke sektor nikel menunjukkan potensi pertumbuhan, HRUM menghadapi tantangan dari penurunan harga batubara dan lesunya permintaan nikel global pada tahun 2025. Harga batubara yang menurun menyebabkan kontribusi segmen batubara terhadap total pendapatan HRUM berkurang dari 52% menjadi 38%. Namun, segmen bisnis nikel HRUM menunjukkan kinerja yang solid dengan pendapatan meningkat 41% yoy menjadi USD 402,3 juta pada semester I-2025.

Proyek HPAL Blue Sparking Energy yang ditargetkan beroperasi pada kuartal I-2026 diharapkan dapat mendorong kontribusi nikel ke EBIT hingga 90% pada 2027, seiring transformasi HRUM menjadi perusahaan nikel terintegrasi.


Analisis Saham

Per 16 Oktober 2025, harga saham HRUM berada di kisaran Rp 1.170 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 8,5 triliun. Rasio Price-to-Earnings (PER) sebesar 15,8 dan Price-to-Book Value (PBV) 0,95 menunjukkan valuasi yang relatif wajar dibandingkan dengan industri sejenis.

Namun, indikator teknikal menunjukkan sinyal jual, dengan RSI(14) sebesar 41,1, Stochastic(9,6) 17,2, dan MACD(12,26) -20,04. Hal ini mengindikasikan potensi tekanan jual dalam jangka pendek.


Kesimpulan

HRUM menunjukkan komitmen yang kuat dalam diversifikasi bisnis dan ekspansi ke sektor nikel. Meskipun menghadapi tantangan dari fluktuasi harga komoditas, strategi ekspansi dan alokasi belanja modal yang agresif dapat memberikan prospek pertumbuhan jangka panjang. Investor perlu mempertimbangkan faktor risiko terkait dengan volatilitas harga komoditas dan kondisi pasar global sebelum membuat keputusan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *